Bupati Ingatkan Walinagari Hati-Hati Kelola Dana di Nagari

INDONESIASATU.CO.ID:

PASAMAN --- Bupati Pasaman, Yusuf Lubis menyatakan, saat ini banyak Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan wartawan tengah mengincar dan mencari kesalahan para walinagari dalam pelaksanaan program pembangunan di nagari.

"Sudah banyak walinagari yang menjadi incaran oleh LSM dan wartawan atas kegiatan pembangunan di nagari. Jadi, hati-hati saja," kata Yusuf Lubis saat membuka rapat koordinasi penyelenggaraan pemerintahan nagari tahun 2018 di aula lantai III kantor bupati setempat, Rabu (14/3). 

Rakor, dihadiri Asisten Pemerintahan Dalisman, Kadis Pemberdayaan Masyarakat, M Ikhsan, Kabag Pemerintahan Nagari, M Yasrin Saputra, Kabag Pemerintahan Djoko Rifanto, para camat dan sejumlah walinagari. 

Ia mengatakan, anggaran pembangunan pada pemerintahan nagari saat ini sangatlah luar biasa. Anggaran rata-rata per nagari mencapai Rp2 miliar lebih besar dari anggaran OPD dan kecamatan.

"Dengan anggaran yang besar itu, diharapkan kepada walinagari dan perangkatnya agar melakukan percepatan pembangunan dinagarinya. Rakor ini tujuannya untuk itu, sebagai upaya percepatan pembangunan di nagari," ujarnya.

Yusuf Lubis mengingatkan, agar para walinagari di daerah itu berhati-hati dalam mengelola dana nagari (Desa) yang jumlahnya mencapai miliaran itu. Jangan sampai niat baik dari walinagari untuk membangun nagarinya malah menyalahi aturan dalam penggunaan anggaran.

"Kebijakan jangan sampai menyalahi aturan yang berlaku. Mari laksanakan penggunaan dana dengan baik. Dana yang cukup besar ini mari kita selenggarakan dengan cara tepat dan taat aturan agar tidak menjadi temuan aparat penegak hukum," pesannya. 

Bupati berharap, pelaksanaan rakor tersebut dapat memaksimalkan pemanfaatan alokasi dana nagari dan desa yang begitu besar untuk membangun nagari dan mencegah agar tidak tersangkut masalah hukum.

"Jadi, saya ingatkan kembali kepada walinagari agar melaksanakan pembangunan di nagari sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan berlaku agar tidak menjadi incaran LSM dan wartawan nakal," katanya. 

Ia juga berpesan agar para walinagari dan camat menjaga kekompakan, keharmonisan, mengerti tugas, fungsi masing-masing serta menyatukan langkah dan bekerja membangun daerah itu. 

"Di Rakor ini, mari kita maksimalkan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di nagari, seperti masih belum terisinya perangkat nagari, baik di nagari induk dan persiapan sesuai SOTK baru. Kemudian banyak nagari belum menetapkan APB Nagari," katanya.

Dikatakan, pembangunan di nagari berperan penting untuk mendorong kesejahteraan masyarakat. Kata dia, keberhasilan pembangunan di Kabupaten ditunjukkan dengan keberhasilan pembangunan di nagari sebagai garda terdepan pemerintahan. 

"Profesionalisme dan integritas walinagari menjadi sangat penting untuk membangun nagari," tukasnya.

Bupati, pada kesempatan itu juga mengkritisi ketidakhadiran dari sejumlah walinagari, seperti Walinagari Bahagia Padanggelugur, Sundatar Utara dan Muaratais dan Muaro Seilolo. 

Ketidakhadiran dari walinagari itu ia anggap sebagai bukti bahwa walinagari tersebut tidak bisa tertib dan disiplin. 

"Yang datang terlambat, yang tidak hadir adalah bukti mereka tidak bertanggungjawab, tidak komitmen dan tidak disiplin. Padahal, walinagari memiliki tanggungjawab untuk mensejahterakan kehidupan masyarakat," pungkasnya. (Anto)

 

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita